Banjir melanda Desa Limamar, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, dimulai pada tanggal 28 Desember 2025, akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan meluapnya aliran air dan menggenangi sejumlah wilayah permukiman warga serta lahan pertanian. Akibat kejadian ini, aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian wilayah desa mengalami genangan air dengan ketinggian yang bervariasi.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, tercatat sebanyak 480 rumah warga terdampak banjir, dengan 430 rumah di antaranya terendam air. Ketinggian air mencapai sekitar 20 sentimeter di dalam rumah warga dan sekitar 30 sentimeter di badan jalan. Genangan air tersebut menyebabkan warga mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam hal mobilitas dan akses ke beberapa titik wilayah desa.
Banjir ini berdampak pada 630 kepala keluarga atau sebanyak 1.830 jiwa yang terdiri dari 910 laki-laki dan 920 perempuan. Kelompok rentan menjadi pihak yang paling membutuhkan perhatian khusus, di antaranya 14 ibu hamil, 13 bayi, 87 balita, 89 anak-anak, 45 lansia, serta 10 penyandang disabilitas. Kondisi tersebut memerlukan penanganan yang tepat, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sebagai langkah antisipasi. Data pengungsian mencatat sebanyak 16 kepala keluarga atau 80 jiwa berada di lokasi pengungsian. Pengungsi tersebut terdiri dari balita dan anak-anak masing-masing sebanyak 5 orang, 10 orang dewasa, serta 5 orang lansia, dengan jumlah laki-laki sebanyak 30 jiwa dan perempuan sebanyak 30 jiwa. Proses pengungsian dilakukan secara mandiri dengan pendampingan dari aparat desa dan pihak terkait.
Dari sisi sarana dan prasarana, banjir di Desa Limamar berdampak terbatas namun tetap memerlukan perhatian. Tercatat satu unit jembatan desa terendam banjir sehingga mengganggu akses dan mobilitas warga. Sementara itu, satu tempat ibadah terdampak genangan air, namun masjid utama desa dilaporkan dalam kondisi aman dan masih dapat digunakan untuk kegiatan ibadah masyarakat.
Di sektor pendidikan, terdapat dua sekolah, yakni Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang terdampak banjir. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar di kedua sekolah tersebut sementara dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh guna menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Adapun balai desa dan fasilitas kesehatan dilaporkan dalam kondisi aman dan tetap berfungsi untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Selain itu, sektor pertanian turut mengalami dampak cukup signifikan. Lahan kebun dan sawah milik warga dengan luas kurang lebih 2.000 hektare terendam banjir. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi hasil panen dan pendapatan masyarakat, mengingat sebagian besar warga Desa Limamar menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons terhadap bencana banjir tersebut, pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WITA, telah dilaksanakan kegiatan pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak di Desa Limamar. Bantuan yang disalurkan dari pemerintah desa Limamar diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penanganan awal dan pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat pasca bencana.

Pemerintah desa bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan serta pendataan lanjutan terhadap warga terdampak. Diharapkan melalui koordinasi yang baik dan dukungan berbagai pihak, kondisi Desa Limamar dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.namun sampai berita ini diturunkan ada penurunan debit air, semoga aja tidak ada kenaikan lagi