Rutinitas Anggota Rukun Kematian di Desa Limamar, sebuah komunitas yang ada di desa Limamar. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh warga Desa Limamar ketika ada anggota masyarakat yang meninggal dunia adalah acara tahlilan. Acara ini diadakan untuk memperingati dan mendoakan arwah orang yang telah berpulang.
Pada hari Ahad, 3 September 2023, sehabis shalat magrib, Warga Desa Limamar yang terdaftar sebagai anggota rukun kematian berkumpul dalam acara tahlilan sebagai bentuk penghormatan terakhir dan kiriman doa kepada warga yang telah meninggal yang pada hari ini ada salah satu warga Limamar yang berpulang kerahmatullah.
Tahlilan sendiri adalah doa bersama yang dipimpin oleh seorang tokoh agama yang ada di desa. Pada saat ini, biasanya mesjid sabilul Jannah menjadi lokasi pelaksanaan acara. Masyarakat Desa Limamar berkumpul di mesjid untuk membaca yasin dan tahlil yang pahalanya dihadiahkan kepada almarhum yang baru saja berpulang kerahmatullah.
Acara dimulai dengan pembacaan surat Yasin dan beberapa ayat Al-Quran lainnya sebagai bagian dari doa bersama. Setelah itu, masyarakat Desa Limamar berdoa bersama dan membaca dzikir sebagai ungkapan penghormatan dan permohonan ampunan bagi arwah orang yang telah meninggal. Semua doa dan dzikir ini dilakukan dalam suasana khidmat dan penuh kesederhanaan. Ini adalah momen emosional di mana mereka saling menguatkan dan memberi dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain itu juga warga yang termasuk sebagai anggota rukun kematian juga membayar iuran rutin yang dimana uang tersebut sebagai sumbangan kepada anggota keluarga yang meninggal dunia.
Acara tahlilan di Desa Limamar bukan hanya menjadi rutinitas setiap ada kematian, tetapi juga sebagai wujud solidaritas dan persatuan antara anggota masyarakat. Kehadiran, dukungan, dan doa bersama merupakan bentuk kasih sayang dan tolong-menolong yang tercermin dalam budaya Desa Limamar. Dengan acara tahlilan ini, warga Desa Limamar mengungkapkan nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap orang yang telah meninggal, dan memperkuat ikatan antarwarga. Mereka melihat kematian sebagai tahap dalam perjalanan hidup manusia yang harus diterima dengan ketenangan dan keikhlasan. Melalui acara tahlilan, Desa Limamar mempertahankan warisan budaya dan spiritual yang khas serta menghormati tradisi yang ada di desa ini. Acara ini menjadi momen penting dalam kehidupan masyarakat Desa Limamar di mana mereka dapat bersatu, merayakan kehidupan yang telah berlalu, dan menghadapi masa depan dengan semangat persaudaraan yang kuat.